Bank BPD DIY menggelar Malioboro Run 2026 bertajuk "Culture on Track" di kawasan Malioboro Kota Yogyakarta pada 4 Oktober mendatang dengan mengusung konsep Dwi Tunggal Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajang lari ini diikuti sekitar 8.000 peserta dari berbagai daerah, dengan 70 persen di antaranya berasal dari luar DIY. Rute lomba melintasi sejumlah ikon heritage Yogyakarta, dari Jalan Malioboro hingga Tugu Pal Putih.
YOGYAKARTA — Penyelenggaraan Malioboro Run 2026 disebut sebagai salah satu upaya mengenalkan budaya dan sejarah Yogyakarta melalui sport tourism atau wisata olahraga. Direktur Pemasaran Bank BPD DIY Raden Agus Trimurjanto menyatakan bahwa kegiatan tersebut mengangkat konsep "Dwi Tunggal Daerah Istimewa Yogyakarta" untuk menjaga keistimewaan DIY.
Konsep itu merujuk pada Amanat 5 September 1945 dan dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. "Melalui tema Culture on Track dan konsep Dwi Tunggal, Malioboro Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi sarana memperkenalkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Agus dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat sore.
Peserta akan melewati sejumlah titik bersejarah Yogyakarta selama berlomba. Rute dimulai dari Jalan Malioboro, Titik Nol KM, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman, lima Plengkung Benteng Baluwarti, Tamansari, Pasar Ngasem, Panggung Krapyak, hingga Tugu Pal Putih.
"Dengan demikian peserta dapat mengenal budaya dan sejarah Yogyakarta melalui pengalaman visual selama berlari," ujar Agus.
Lomba dibagi dalam tiga kategori rute, yakni Half Marathon, 10K, dan 5K. Peserta yang telah mendaftar akan menerima fasilitas berupa jersey race, jaket finisher khusus untuk kategori 21K, medali finisher, BIB Number dengan timing chip, refreshment, asuransi, dan e-certificate.
Dari total peserta, mayoritas berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Komposisi itu membuat panitia menargetkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga setempat.
"Dari total peserta, 70 persen berasal dari luar DIY, sehingga Malioboro Run 2026 diharapkan dapat berkontribusi sebagai pengungkit roda perekonomian DIY, khususnya pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM," kata Agus.
Untuk mendukung mitra UMKM sekaligus mendorong transaksi non-tunai, penyelenggara menghadirkan program cashback 65 persen tanpa minimal transaksi dengan pembayaran QRIS. Program itu berlaku di merchant pada area Race Pack Collection, Race Village, serta 23 kuliner legendaris Yogyakarta selama 2–4 Oktober.
Aspek keselamatan peserta menjadi perhatian tersendiri dalam penyelenggaraan lomba. Panitia telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di DIY serta Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan dukungan pengamanan dan pertolongan pertama selama acara berlangsung.
Malioboro Run 2026 menjadi salah satu agenda sport tourism yang menyasar pelari dari berbagai daerah. Selain berlomba, peserta diajak menyusuri jejak sejarah Yogyakarta yang tersebar di sepanjang rute lomba.