DI YOGYAKARTA — Pameran buku terapung internasional Doulos Hope kembali hadir di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah 38 tahun absen dari perairan Indonesia. Lebih dari 12.000 wisatawan tercatat berkunjung sejak pembukaan 25 September 2026, dengan tiket masuk Rp 15.000 dan shuttle gratis dari Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Ajang ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026, menyisakan waktu terbatas bagi traveler yang ingin berburu buku sekaligus menikmati suasana kapal di laut lepas Jakarta.
Staf Persiapan dan Promosi Doulos Hope, Magdalena, menyebut animo pengunjung melampaui perkiraan panitia. Angka 12.000 orang itu tercatat baru sebagian dari total kunjungan yang masih berlangsung hingga pertengahan Oktober.
"Sejauh ini, lebih dari 12.000 orang telah berkunjung ke pameran buku terapung internasional Doulos Hope," ujar Magdalena saat dijumpai detikTravel di MV Doulos Hope, Selasa (6/10/2026).
Sekitar 2.000 judul buku dipajang di dek MV Doulos Hope. Kategorinya luas, mulai dari buku anak, sains, fiksi, nonfiksi, bisnis, memasak, hingga kerohanian.
Harga menjadi magnet utama. Buku dan suvenir dibanderol mulai Rp 12.500 hingga Rp 500.000, jauh lebih murah dibanding toko buku konvensional untuk judul impor. Suvenirnya juga beragam: gelang, pin, alat tulis, stiker, sampai postcard.
Satu hal yang membedakan Doulos Hope dari pameran buku biasa: kru kapal berasal dari 35 negara berbeda. Traveler bisa mengobrol langsung dengan mereka dan mengasah kemampuan bahasa Inggris tanpa tekanan.
Tiket masuk dijual Rp 15.000 per orang. Traveler bisa memesan secara daring atau langsung datang ke Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU).
Dari GRJU, pengunjung diantar menggunakan shuttle gratis menuju MV Doulos Hope di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak ada biaya tambahan untuk transportasi ini.
Satu catatan penting soal pembayaran: seluruh transaksi di atas kapal hanya menerima uang tunai atau kartu pembayaran internasional. Siapkan salah satunya sebelum naik, karena tidak ada opsi dompet digital atau transfer bank.
Usai berburu buku, pengunjung bisa beristirahat di kafe kapal. Menunya sederhana tapi ramah kantong, mulai Rp 8.000 sampai Rp 45.000.
Ada es krim, popcorn, jus, hingga bubble sea. Harga segini tergolong wajar untuk ukuran atraksi wisata di Jakarta, apalagi dengan pemandangan laut lepas sebagai bonus.
Datang lebih awal di hari kerja kalau ingin menghindari antrean panjang. Akhir pekan biasanya lebih padat karena pengunjung keluarga ikut membludak.
Bawa uang tunai secukupnya. Meski ada kartu internasional, tidak semua pengunjung memilikinya, dan mesin ATM terdekat tidak berada di area kapal.
Luangkan waktu minimal dua jam: satu jam untuk berburu buku, sisanya untuk mengobrol dengan kru dan menikmati kafe. Informasi jadwal terkini dapat dikonfirmasi via kanal resmi Doulos Hope atau dinas pariwisata setempat.
Doulos Hope berlabuh di Jakarta hingga 11 Oktober 2026. Setelah itu, kapal ini melanjutkan pelayarannya ke pelabuhan berikutnya, jadi kesempatan menaikinya di Tanjung Priok tidak akan datang dua kali dalam waktu dekat.