Pemkot Yogyakarta Ajak Kader PMII Berdayakan UMKM lewat Digitalisasi dan Branding Produk Lokal

Penulis: Hendri Saputra  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:47:32 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyampaikan ajakan kolaborasi kepada kader PMII DIY dalam Pelatihan Kader Lanjut PMII DIY di Yogyakarta, Kamis.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak mahasiswa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY turut berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif. Ajakan itu disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dalam Pelatihan Kader Lanjut PMII DIY di Yogyakarta, Kamis. Pemkot menilai mahasiswa punya ruang besar berkontribusi di sektor pemasaran, digitalisasi, dan penguatan branding produk lokal.

YOGYAKARTA — Kota Yogyakarta dengan luas wilayah sekitar 32,5 kilometer persegi tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan. Wawan Harmawan menyebut kondisi itu membuat pembangunan kota bergantung pada kualitas sumber daya manusia. "Yogyakarta tidak punya sumber daya alam yang bisa diandalkan, yang kita punya adalah sumber daya manusia. Karena itu, yang harus dikembangkan adalah kualitas dan kreativitas manusianya," kata Wawan.

Potensi Budaya hingga Industri Kreatif Jadi Kekuatan Kota

Wawan menuturkan karakteristik Kota Yogyakarta berbeda dengan daerah lain. Potensi budaya, produk UMKM, pariwisata, hingga industri kreatif menjadi kekuatan yang bisa terus dikembangkan. Dari situ, kader mahasiswa dinilai punya ruang besar untuk berkontribusi melalui pemberdayaan masyarakat.

Pemkot mendorong mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat. Mereka diminta ikut belajar bersama warga sekaligus membagikan pengetahuan yang dimiliki.

Mahasiswa Diminta Masuk ke Tengah Masyarakat, Bukan Sekadar Mengamati

Menurut Wawan, peran mahasiswa paling dibutuhkan di sektor pemasaran, digitalisasi, dan penguatan branding produk lokal. "Teman-teman mahasiswa bisa masuk di situ, memberdayakan masyarakat. Bisa belajar dari mereka, mereka juga bisa belajar dari kalian. Sinergi, khususnya terkait pemasaran, digitalisasi, dan branding," ujarnya.

Pemkot juga menekankan pengembangan potensi lokal tetap berpijak pada kearifan lokal. Kemajuan Kota Yogyakarta harus berjalan seiring karakter dan nilai budaya masyarakatnya.

Kritik Mahasiswa Tetap Diterima, Asal Lewat Jalur Tertib

Pemkot Yogyakarta menyatakan tetap terbuka terhadap partisipasi dan aspirasi mahasiswa. Kritik melalui aksi diperbolehkan dengan catatan mengedepankan ketertiban dan tidak menimbulkan kericuhan maupun tindakan anarkis.

Ruang dialog juga dibuka lewat berbagai forum. Mahasiswa dapat mengundang Wawan dalam kegiatan seperti pelatihan kader maupun forum diskusi untuk membahas persoalan dan peluang kolaborasi. "Saya terbuka mengakomodasi teman-teman mahasiswa untuk berdiskusi. Bisa mengundang dalam forum seperti ini maupun ngobrol santai. Apa yang bisa kita sinergikan dan kolaborasikan untuk masyarakat dan Kota Yogyakarta," katanya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pelatihan Kader Lanjut PMII DIY menjadi salah satu wadah pertemuan antara Pemkot dan organisasi mahasiswa. Pola kolaborasi semacam itu dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Yogyakarta yang mengandalkan sektor kreatif dan UMKM. Pemkot berharap sinergi dengan kader mahasiswa bisa memperkuat pemasaran dan branding produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top