YOGYAKARTA — Prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026, menunjukkan kondisi cerah berawan sepanjang hari. Memasuki malam hingga dini hari, karakter cuaca di sejumlah kabupaten dan kota berubah.
Kota Yogyakarta diprakirakan berawan pada malam hari, lalu berawan tebal saat dini hari. Sleman berpotensi mengalami udara kabur pada dini hari.
Suhu udara di ibu kota kabupaten dan kota se-DIY diprakirakan berada di rentang 23–34 derajat Celsius. Kota Yogyakarta menempati posisi tertinggi dengan suhu maksimum 34 derajat Celsius.
Angka tersebut menjadikan Yogyakarta wilayah terpanas dibandingkan kabupaten lain di DIY pada periode prakiraan yang sama.
Angin di wilayah DIY bergerak dengan kecepatan 15–22 kilometer per jam. Kecepatan tertinggi tercatat di Wonosari, Gunungkidul, sebesar 22 kilometer per jam.
Warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan pada malam hingga dini hari perlu memperhatikan perubahan kondisi di wilayah masing-masing.
Pola cerah berawan bertahan pada siang hari, namun menjelang malam kondisi atmosfer bergeser. Kota Yogyakarta mengalami peningkatan tutupan awan, sementara Sleman menghadapi penurunan jarak pandang akibat udara kabur.
Perbedaan karakter cuaca antarkabupaten ini membuat prakiraan per wilayah lebih relevan dibanding gambaran umum DIY.