DI YOGYAKARTA — Southampton akan menghadapi rival berat Portsmouth di St Mary's, hanya empat hari setelah manajer Tonda Eckert lolos dari hukuman berat kasus Spygate. Komisi independen FA menjatuhkan larangan enam pekan yang ditangguhkan hingga 2027/28 plus denda 28.000 poundsterling, sehingga Eckert tetap bisa mendampingi tim di laga derby.
Komisi independen FA menjatuhkan sanksi larangan enam pekan dari seluruh aktivitas sepak bola kepada Tonda Eckert, namun hukuman itu ditangguhkan hingga akhir musim 2027/28. Artinya, pelatih berusia 33 tahun tersebut tidak akan absen di satu pertandingan pun, termasuk derby South Coast melawan Portsmouth di St Mary's.
Selain larangan yang ditangguhkan, Eckert juga dikenai denda 28.000 poundsterling dan teguran resmi. Ia mengakui telah "mengarahkan dan/atau mengotorisasi pengamatan sesi latihan" tiga lawan Championship musim lalu: Oxford United, Ipswich Town, dan Middlesbrough.
Kasus yang paling menyita perhatian terjadi 48 jam sebelum Southampton menghadapi Middlesbrough di leg pertama semifinal play-off Championship pada Mei. Seorang intern Southampton, Will Salt, tertangkap basah merekam sesi latihan tim asuhan Kim Hellberg.
Southampton sebenarnya menang atas Middlesbrough dalam dua leg, tetapi EFL kemudian mendiskualifikasi mereka dari play-off. Klub juga menerima pengurangan empat poin yang baru berlaku musim ini. Southampton kehilangan kesempatan tampil di final play-off melawan Hull City sekaligus potensi pemasukan sekitar 200 juta poundsterling dari promosi ke Premier League.
Dalam putusannya, komisi independen menyebut Eckert sebagai saksi yang "sangat impresif" dan menunjukkan "penyesalan tulus" atas perbuatannya. Komisi awalnya merekomendasikan larangan empat bulan, sementara FA meminta tiga bulan.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor peringan, termasuk penyesalan Eckert, dampak terhadap prospek kariernya, serta efek berantai bagi klub dan penggemar, hukuman itu dipangkas menjadi larangan enam pekan yang ditangguhkan.
Sikap Southampton terhadap vonis ini terlihat dari pernyataan resmi klub. Pemilik Dragan Solak menyebut proses FA sebagai "pengalaman yang positif", tetapi menegaskan hal berbeda soal EFL.
"Proses FA telah menjadi pengalaman yang positif. Hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk proses EFL, dan cara mereka memperlakukan kami selanjutnya bukan sesuatu yang akan kami lupakan," ujar Solak.
Delapan menit setelah pernyataan itu dipublikasikan, Southampton mengunggah video Eckert merayakan bersama penggemar dengan keterangan "Just don't think you understand" - penggalan lirik chant tribun yang dinyanyikan di berbagai stadion Inggris.
Laga melawan Portsmouth menjadi pertandingan terbesar kedua klub musim ini. Southampton berusaha mengakhiri rekor tanpa kemenangan di liga melawan Portsmouth yang membentang sejak 2004.
Kehadiran Eckert di pinggir lapangan menjadi dorongan psikologis tersendiri bagi penggemar Southampton, yang sempat khawatir kehilangan pelatih muda terbaik mereka jelang derby. Tanpa pengurangan poin, Southampton seharusnya berada di posisi keempat klasemen Championship saat ini.
Southampton disebut memiliki salah satu skuad terbaik di Championship, dengan pemain seperti Daniel Peretz, Leo Scienza, dan Cyle Larin. Meski kehilangan empat poin, mereka diprediksi tetap bersaing di delapan besar dan berpeluang menembus dua besar.
Vonis terhadap Eckert memantik pertanyaan soal konsistensi hukuman. Pelatih biasanya menerima larangan mendampingi tim hanya karena protes berlebihan kepada wasit, sementara dalam kasus pengintaian sesi latihan lawan, pelakunya justru tidak absen sama sekali.