DI YOGYAKARTA — Petani durian di Provinsi Chanthaburi, Thailand, mengadopsi kecerdasan buatan dan sensor IoT untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga konsistensi rasa buah. Langkah ini menyusul nilai ekspor durian Thailand ke China yang hampir menyentuh US$3,79 miliar pada paruh pertama 2026. Inisiatif Durian Digital Thailand diklaim telah menjangkau lebih dari 10 ribu petani di seluruh negeri.
Nuttawoot Chanrueng, petani di Chanthaburi yang merupakan provinsi penghasil durian terbesar di Thailand, melengkapi kebunnya dengan kamera, sensor, dan sistem data. Sebagian besar perangkat tersebut didatangkan dari China.
Setiap pohon kini memiliki catatan digital soal kondisi pertumbuhannya. Teknologi IoT dan AI membantu mendeteksi masalah lebih awal serta memperkuat kemampuan pelacakan hasil panen.
Dari Pengalaman Turun-Temurun ke Data Numerik
Chanrueng mengubah cara lama mengelola kebun yang bertumpu pada pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang bisa dipantau dan dianalisis. Data itu ditampilkan dalam bentuk grafik.
"Kami mengamvil kearifan orang tua kami, kami tidak meninggalkan mereka. Kami mengadaptasi metode mereka agar sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Chanrueng.
"Kami mengamati bagaimana mereka mengelola berbagai hal dan mengubahnya menjadi data numerik yang jelas, yang semuanya dapat ditampilkan dalam grafik," tambah dia.
Mengapa Teknologi China Diminati Petani
Chanrueng menilai teknologi China menarik bagi petani durian Thailand karena biayanya terjangkau, mudah diakses, dan mudah digunakan. Perangkat itu juga disebut menyiapkan solusi siap pakai yang bisa diintegrasikan dengan AI secara bertahap.
China sendiri merupakan pasar durian terbesar bagi Thailand. Nilai ekspor durian Thailand ke China mencapai hampir US$3,79 miliar pada paruh pertama 2026.
Dorongan Konsistensi Rasa di Tengah Persaingan
Persaingan yang meningkat dan syarat mutu yang semakin ketat membuat Thailand beralih ke AI dan teknologi lain. Tujuannya menjaga konsistensi rasa durian yang dikirim ke pasar ekspor.
Perusahaan swasta di Thailand juga mulai memakai AI untuk menilai kematangan durian. Para peneliti tengah mengembangkan sistem yang bisa menentukan kematangan buah tanpa harus membelahnya.
Jangkauan Inisiatif Durian Digital Thailand
Program Durian Digital Thailand telah membantu lebih dari 10 ribu petani mengadopsi teknologi di perkebunan mereka. Cakupannya meliputi catatan budidaya digital, manajemen air cerdas, dan sejumlah sistem pendukung lain.
Adopsi teknologi di sektor pertanian Thailand ini menjadi sinyal bahwa perangkat IoT dan AI bergerak dari laboratorium ke lahan produksi yang berorientasi ekspor.