DI YOGYAKARTA — Google Pixel Fold generasi pertama yang rilis 2023 kini dinilai lebih maju dari zamannya setelah Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Apple masuk pasar foldable dengan desain layar lebar. Form factor lebar yang diadopsi Pixel Fold tiga tahun lalu terbukti jadi arah industri, meski Google sempat meninggalkannya karena ekosistem aplikasi Android belum siap.
Google Pixel Fold pertama kali meluncur pada 2023 sebagai perangkat lipat perdana raksasa mesin pencari itu. Saat itu, Pixel Fold disebut "lebih baik dari yang seharusnya, tapi jauh dari sempurna" oleh reviewer yang mengujinya langsung.
Perangkat ini menawarkan hardware kokoh, kamera yang layak, dan kompromi yang lebih sedikit dibanding foldable lain di masanya. Namun, tiga tahun kemudian, pertanyaan yang muncul: apakah Pixel Fold masih relevan?
Kelemahan yang Tak Terbantahkan
Dari sisi fisik, Pixel Fold generasi pertama punya masalah yang sulit diabaikan. Rangka logam mengilap membuat sidik jari mudah menempel. Bobotnya juga terasa berat di tangan, terutama jika dibandingkan dengan Galaxy Z Fold 8 yang lebih ramping.
Lipatan di tengah layar cukup besar, dan bodinya tebal. Masalah manajemen panas chipset Tensor G2 juga menjadi deal-breaker bagi sebagian pengguna yang mencobanya.
Form Factor Lebar yang Kini Jadi Tren
Di balik segala kekurangannya, Pixel Fold berhasil dalam satu hal: desain layar lebar. Konsep ini dirancang untuk multitasking lebih baik dan menjalankan aplikasi tablet di layar yang lebih luas.
Pendekatan ini berbeda dari Samsung yang saat itu fokus mengoptimalkan aplikasi ponsel di kanvas besar. Pixel Fold justru lebih sering memicu versi tablet dari sebuah aplikasi.
Kini, setelah Apple debut di pasar foldable, merek-merek lain mulai beralih ke form factor lebar. Galaxy Z Fold 8 disebut-sebut sebagai produk sukses, dan lebih banyak foldable lebar diprediksi hadir sepanjang tahun ini.
Mengapa Google Meninggalkan Desain Ini
Google memutuskan meninggalkan form factor lebar pada generasi berikutnya. Alasannya, ekosistem aplikasi Android saat itu belum siap. Aplikasi yang mendukung kanvas lebar masih minoritas.
Desain lebih tinggi dan kotak dianggap lebih masuk akal saat itu. Namun, kesuksesan Galaxy Z Fold 8 menunjukkan bahwa pendekatan lebar bisa berhasil jika dieksekusi dengan benar.
Keputusan Google ini sejalan dengan pola yang sering terjadi pada produk-produknya. Inbox, Stadia, dan sejumlah inovasi lain ditinggalkan terlalu cepat sebelum mencapai potensi penuhnya.
Kapan Google Akan Kembali?
Belum ada indikasi kapan Google akan menghadirkan kembali foldable dengan desain layar lebar. Namun, arah industri yang semakin condong ke form factor ini membuka peluang tersebut.
Pixel Fold pertama tetap menjadi bukti bahwa Google pernah berada di jalur yang benar, tiga tahun sebelum pasar siap menerimanya.