Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mencatat kunjungan Pameran Pembangunan Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates menembus lebih dari 100 ribu orang hingga hari ketujuh, meski seluruh biaya operasional ditanggung Perumda Aneka Usaha tanpa menyentuh APBD. Kerja sama kedua pihak tertuang dalam perjanjian tertulis pada 15 Juli 2026, dengan Diskominfo bertugas mengoordinasi dan mengawasi jalannya acara.
KULON PROGO — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo Bambang Sutrisno menyampaikan angka kunjungan itu saat meninjau pelaksanaan acara di Alun-Alun Wates. Menurut dia, kegiatan dalam rangka Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo tersebut sepenuhnya diselenggarakan dan didanai Perumda Aneka Usaha Kulon Progo lewat kerja sama dengan Pemkab.
"Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulon Progo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha," kata Bambang.
Dalam skema kerja sama itu, Perumda Aneka Usaha memegang tanggung jawab operasional dan pendanaan. Pemkab Kulon Progo melalui Diskominfo berperan pada koordinasi, pengawasan, dan penyebarluasan informasi.
Perjanjian Kerja Sama Diteken 15 Juli 2026
Bambang menjelaskan, pembagian peran kedua pihak tertuang dalam perjanjian tertulis pada 15 Juli 2026. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang menjaga ketertiban acara.
Diskominfo juga mengingatkan panitia untuk memastikan kebersihan kawasan Alun-Alun Wates pascakegiatan. Pesan itu disampaikan mengingat lokasi acara berada di ruang publik yang dipakai warga setiap hari.
Semangat Kemandirian dan Efisiensi Biaya
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kulon Progo Muhammad Nasta'in menyebut Manunggal Fair 2026 diusung dengan semangat kemandirian dan efisiensi melalui kolaborasi. Tujuannya mendorong perputaran ekonomi lokal selama acara berlangsung.
"Kita berdiri di kaki sendiri dengan cara berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga efisiensi agar kegiatan tetap meriah," kata Nasta'in.
Pendanaan mandiri ini membedakan Manunggal Fair 2026 dari gelaran tahun-tahun sebelumnya yang mengandalkan anggaran daerah. Perumda Aneka Usaha menanggung seluruh kebutuhan operasional, mulai dari penataan kawasan hingga kebutuhan harian acara.
125 Pelaku UMKM Dilibatkan Lewat Gebyar UMKM
Untuk memperkuat ekonomi lokal, Pemkab Kulon Progo menyelenggarakan Gebyar UMKM yang melibatkan 125 pelaku usaha. Kegiatan itu berlangsung pada 25 September hingga 3 Oktober 2026 dengan dukungan Dana Keistimewaan.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulon Progo Iffah Mufidati memaparkan komposisi pesertanya. Sebanyak 101 peserta bergerak di bidang kuliner, sedangkan 24 peserta lain di bidang kriya, busana, serta aksesori.
"Konsep yang kita usung adalah mengangkat potensi lokal, salah satunya sentra bambu yang kita gunakan dalam dekorasi. Selain itu, kita juga mengangkat panganan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda," tutur Iffah.
Edukasi Usaha hingga Business Matching
Selain pameran produk, Gebyar UMKM diisi sejumlah kegiatan pendampingan bagi pelaku usaha. Ada edukasi kapasitas usaha, peragaan busana batik, dan edukasi transaksi digital.
Panitia juga memfasilitasi business matching untuk memperluas akses pemasaran produk. Lewat forum itu, pelaku UMKM Kulon Progo dipertemukan dengan jaringan toko oleh-oleh agar produk mereka masuk ke rantai pasok yang lebih luas.
Rangkaian acara Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo itu menempatkan Alun-Alun Wates sebagai pusat keramaian selama sepekan. Panitia masih menunggu penyelesaian seluruh agenda sebelum menghitung capaian akhir kunjungan dan transaksi UMKM.