Pencarian

Cambridge University Press Rekomendasikan Guru di Indonesia Dilibatkan dalam Penyusunan Kebijakan AI Sekolah

Selasa, 06 Oktober 2026 • 13:46:31 WIB
Cambridge University Press Rekomendasikan Guru di Indonesia Dilibatkan dalam Penyusunan Kebijakan AI Sekolah
Cambridge University Press merekomendasikan pelibatan guru dan peserta didik dalam penyusunan kebijakan AI di sekolah.

YOGYAKARTA — Cambridge University Press & Assessment menilai guru dan peserta didik perlu dilibatkan langsung dalam perancangan, pengadaan, implementasi, hingga evaluasi perangkat GenAI. Pelibatan itu disebut penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan dengan realitas ruang kelas, bukan sekadar meniru tren teknologi global.

Laporan tersebut juga memprioritaskan investasi pada pembelajaran profesional guru yang berkelanjutan. Tujuannya, pendidik mampu memanfaatkan AI secara efektif sekaligus kritis terhadap hasil yang dihasilkan mesin.

Mengapa Guru Sering Jadi Pihak yang Paling Terdampak

Dr Evelina Galaczi, Director of Research, English, Cambridge University Press & Assessment, menyebut kebijakan sering tertinggal dari laju perkembangan teknologi. Guru pun dituntut beradaptasi sendiri di lapangan.

"Kebijakan sering kali kesulitan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru dituntut untuk terus beradaptasi. Kondisi ini telah menciptakan kesenjangan pengetahuan dan pendekatan yang tidak konsisten dalam pendidikan dan adopsi AI," kata Evelina.

Akibatnya, guru di Indonesia dan sejumlah negara lain memikul tanggung jawab membangun pengetahuan praktis soal integrasi AI yang bertanggung jawab. Tanggung jawab itu muncul tanpa panduan yang memadai dari sisi kebijakan.

Kekhawatiran Utama: Siswa Diminta Siap Menghadapi AI

Temuan laporan menunjukkan banyak guru di berbagai negara tengah menjajaki AI, namun sering kali tanpa arahan yang jelas. Kekhawatiran utama mereka adalah bagaimana mempersiapkan siswa agar "siap menghadapi AI".

Guru juga dituntut membekali siswa kemampuan menganalisis hasil AI secara kritis, mempertanyakan akurasinya, dan menggunakan GenAI sebagai alat bantu belajar. Bukan sebagai jalan pintas menyelesaikan tugas.

Delapan Prinsip Cambridge untuk Pemanfaatan AI di Sekolah

Cambridge merumuskan delapan prinsip utama sebagai masukan bagi perkembangan kebijakan di Indonesia dan negara lain. Prinsip-prinsip itu menekankan keseimbangan antara adopsi teknologi dan pertimbangan pedagogis.

  • Pelibatan guru dan peserta didik dalam pengambilan keputusan
  • Pembelajaran guru secara berkelanjutan
  • Menjadikan literasi AI kritis sebagai bagian kurikulum
  • Reformasi kerangka kurikulum dan penilaian
  • Prioritaskan hasil pendidikan yang berpusat pada manusia
  • Membangun kepercayaan melalui penggunaan AI yang etis dan perlindungan yang kuat
  • Lindungi otonomi dan penilaian profesional guru
  • Pastikan akses yang adil terhadap perangkat berkualitas tinggi

Pertimbangan Profesional Jadi Kunci

Evelina menyebut guru yang berhasil bereksperimen dengan AI di ruang kelas menempatkan pertimbangan profesional sebagai prioritas. Mereka juga menekankan praktik pembelajaran yang berpusat pada manusia dan literasi AI kritis.

"Guru yang telah berhasil bereksperimen dengan AI di ruang kelas mereka memprioritaskan pertimbangan profesional, praktik pembelajaran yang berpusat pada manusia, serta literasi AI kritis," katanya.

Dengan mengikuti langkah tersebut, AI dinilai dapat menjadi alat yang efektif dan digunakan secara bertanggung jawab. Teknologi itu mendukung proses pengajaran dan pembelajaran, bukan menjadi penopang yang mendorong jalan pintas dalam belajar.

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks