Kebakaran Tempat Biliar dan Kafe di Keparakan Yogyakarta, 9 Regu Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Penulis: Kemal Batubara  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:36:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di tempat biliar dan kafe Keparakan Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Sedikitnya sembilan regu pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang melanda sebuah tempat biliar dan kafe di wilayah Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, pada Jumat (3/7) pagi. Api mulai terlihat membesar sekitar pukul 08.15 WIB, memaksa petugas dari berbagai daerah dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Asap Pekat dan Material Mudah Terbakar Jadi Kendala

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, Taokhid, mengatakan bahwa sembilan regu yang diterjunkan berasal dari gabungan empat instansi. Rinciannya, lima regu dari Damkarmat Yogyakarta (empat regu utama dan satu cadangan), satu regu dari Kabupaten Sleman, dua regu dari Kabupaten Bantul, dan satu regu dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kami dapat laporan pada awal itu sekitar jam 8.15 WIB dan kami segera meluncur ke TKP, dan ternyata memang api sudah membesar, dan asap juga cukup pekat sehingga kami ada kesulitan untuk menentukan titik-titik apinya," kata Taokhid.

Material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat perambatan api. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk melakukan pengendalian api, dan proses penyisiran masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Diduga Korsleting Listrik, Polisi Lakukan Pendalaman

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Berdasarkan informasi awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

"Ini baru dugaan ya, berdasarkan informasi-informasi itu kemungkinan korsleting listrik. Tapi kami juga belum bisa pastikan, karena memang bukan kewenangan kami untuk memastikan penyebabnya," ujar Taokhid.

Proses pemadaman dan pendinginan lokasi berlangsung hingga beberapa jam setelahnya. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material masih dalam pendataan oleh pemilik usaha dan pihak terkait.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top