Pencarian

Suara Muhammadiyah Resmikan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 di Ngampilan, 100 Persen Produk UMKM Lokal

Selasa, 11 Agustus 2026 • 22:40:32 WIB
Suara Muhammadiyah Resmikan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 di Ngampilan, 100 Persen Produk UMKM Lokal
Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 resmi dibuka di Grha Suara Muhammadiyah, Ngampilan, Yogyakarta, untuk melayani kebutuhan buah tangan wisatawan.

YOGYAKARTA — Lembaga Persyarikatan Muhammadiyah melalui unit usahanya, PT Syarikat Cahaya Media, resmi membuka Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 di Grha Suara Muhammadiyah, Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Soft opening digelar Selasa (11/8/2026) sebagai jawaban atas kebutuhan wisatawan, khususnya warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah yang kerap kebingungan mencari pusat buah tangan saat berkunjung ke Kota Gudeg.

Bisnis dengan Prinsip Keadilan, Bukan Sekadar Profit

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah, Deni Asy'ari, menegaskan bahwa pendirian toko oleh-oleh ini bukan semata-mata mengejar keuntungan. Ada misi sosial yang melekat pada setiap produk yang dijual.

"Tujuan Muhammadiyah yang membedakannya dengan pebisnis lain adalah prinsip keadilan dan keberpihakan. Kita ingin berbisnis tidak hanya sekadar mencari profit atau benefit semata, tetapi bagaimana dorongan ekonomi itu mampu mengangkat derajat UMKM," ujar Deni saat peresmian.

Seluruh produk yang dipajang di Toko 1915 berasal dari UMKM lokal. Dua produk unggulan resmi besutan Suara Muhammadiyah, yakni Bakpia Cahaya dan Rendang Datuk, menjadi ikon utama pusat oleh-oleh ini.

Menjawab Kebingungan Wisatawan Luar Daerah

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah. Wakil Ketua LPEK PP Muhammadiyah, Tetra Budiarto, menyebut kehadiran toko ini menjawab tantangan yang selama ini dihadapi pelancong dari luar daerah.

"Warga persyarikatan kadang yang dari luar Jogja datang itu bingung mau beli oleh-olehnya di mana," ungkap Tetra.

LPEK sendiri memiliki jaringan wisata Muhammadiyah yang terintegrasi dengan pelaku usaha profesional di bidang tour and travel. Integrasi ini diharapkan memudahkan pergerakan wisatawan luar daerah untuk menjangkau sentra oleh-oleh resmi tersebut.

Mengapa Nama 1915? Ini Makna Sejarahnya

Pemilihan nama "1915" bukan tanpa alasan. Angka tersebut melambangkan tahun kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah pada 13 Agustus 1915, yang hingga kini menjadi media tertua di Indonesia yang masih konsisten terbit melewati usia satu abad.

Jika pada awal berdiri persyarikatan mengusung gerakan dakwah bil qalam (dakwah melalui tulisan), kini nilai sejarah itu ditransformasikan menjadi dakwah melalui sektor rihlah (wisata) dan penguatan ekonomi umat. Sektor pariwisata difungsikan sebagai sarana ibadah, silaturahmi sosial, dan pemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Latar Belakang: Okupansi Hotel Fluktuatif, Oleh-Oleh Justru Tumbuh

Pendirian pusat buah tangan ini didasari kajian mendalam terkait dinamika pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus menunjukkan tren peningkatan kunjungan wisatawan. Meski angka pelancong melonjak, pasar mencatat fluktuasi pada tingkat okupansi hotel akibat maraknya hunian alternatif.

Di sisi lain, sektor pusat oleh-oleh justru konsisten tumbuh positif seiring meningkatnya arus pelancong. "Selain menghadirkan hotel, kita ingin menghadirkan pusat oleh-oleh sebagai salah satu ikhtiar menjawab berbagai kebutuhan wisatawan, khususnya warga persyarikatan yang berkunjung ke Yogyakarta," tambah Deni.

Dengan berlokasi strategis di kawasan Notoprajan yang dekat dengan pusat kota, Toko 1915 diharapkan menjadi tujuan utama wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Jogja dengan jaminan kualitas dan keberpihakan pada ekonomi umat.

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartajogja.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks