BANTUL — Kekhawatiran akan menurunnya produksi perikanan akibat kemarau panjang sepertinya belum terjadi di Bantul. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menyebutkan bahwa hingga saat ini, debit air di sejumlah lokasi budi daya masih mencukupi dan tidak mengganggu siklus produksi benih ikan.
Bantul dikenal sebagai salah satu sentra produksi benih ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Benih ikan dari kabupaten ini rutin dikirim ke berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa.
Salah satu faktor yang membuat sektor ini bertahan di tengah kemarau adalah sistem pengelolaan air yang relatif baik di sentra-sentra budi daya. DKP Bantul juga mencatat bahwa permintaan benih ikan dari luar daerah belum menunjukkan penurunan.
"Sejauh ini permintaan masih stabil. Kami terus memantau kondisi di lapangan, terutama debit air di kolam-kolam pembenihan," ujar Kepala DKP Kabupaten Bantul, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.
Pihak DKP menjelaskan, mayoritas pembudidaya ikan di Bantul sudah menggunakan sistem sirkulasi air yang efisien. Selain itu, sumber air baku untuk perikanan di wilayah ini tidak sepenuhnya bergantung pada air hujan. Beberapa lokasi masih memanfaatkan mata air dan sumur bor dengan kedalaman yang memadai.
Meski demikian, DKP Bantul tetap mengimbau para pembudidaya untuk mulai melakukan efisiensi penggunaan air. Langkah antisipatif ini penting jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Sektor perikanan budi daya di Bantul memang memiliki peran strategis. Selain memenuhi kebutuhan lokal, benih ikan asal Bantul menjadi pemasok utama bagi sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain nila, lele, dan patin.
DKP Bantul mencatat, produksi benih ikan di kabupaten ini bisa mencapai puluhan juta ekor per bulan pada musim normal. Angka tersebut menjadi salah satu indikator vitalitas sektor perikanan di tengah tantangan cuaca.
Ke depan, DKP akan terus memperbarui data dampak kemarau terhadap debit air dan produksi benih. Jika terjadi penurunan signifikan, pemerintah daerah telah menyiapkan skema bantuan untuk para pembudidaya.