YOGYAKARTA — Andromeda Sufi Anggoro, 18 tahun, warga Yogyakarta, resmi menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah dinyatakan lolos seleksi jalur SNBT. Kepastian itu ia peroleh tanpa mengikuti bimbingan belajar (bimbel) formal. Sebagai gantinya, ia memanfaatkan materi pembelajaran gratis di YouTube dan mengerjakan tryout secara online.
Keterbatasan ekonomi keluarga sempat menjadi tembok besar. Ayah Andromeda, Basuni Yusuf, bekerja sebagai sopir bajaj. Basuni mengaku sempat meminta putranya melanjutkan pendidikan di Yogyakarta karena khawatir tidak sanggup membiayai kuliah di Bandung. Andromeda pun sempat mengikuti saran orangtuanya dan menjalani perkuliahan di Yogyakarta selama satu semester.
Tanpa sepengetahuan keluarganya, Andromeda kembali memantapkan tekadnya mengejar cita-cita di ITB. Saat memasuki semester kedua perkuliahannya di Yogyakarta, ia diam-diam mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). "Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online," ungkap Andromeda.
Ia menambahkan, metode belajarnya sederhana: mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, lalu melanjutkan ke materi berikutnya. Pola belajar mandiri ini ia jalani hingga akhirnya dinyatakan lolos seleksi.
Setelah resmi diterima, Andromeda bersama kedua orangtua dan adiknya memutuskan menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandung dengan menggunakan bajaj milik ayahnya. Perjalanan darat sejauh lebih dari 400 kilometer itu memakan waktu sekitar 24 jam. Rombongan tiba di Bandung pada Senin (20/7/2026) dan langsung diterima oleh Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, di Wisma Rektor.
Andromeda diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Ia bertekad meraih hasil akademik terbaik selama Tahap Persiapan Bersama (TPB) agar bisa melanjutkan ke Program Studi Astronomi. Ketertarikannya pada bidang itu tumbuh dari kebiasaannya mengikuti pengajian yang membahas soal langit dan alam semesta. "Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya," katanya.
Nama Andromeda sendiri dipilih orangtuanya dengan harapan khusus. Basuni Yusuf mengatakan nama yang terinspirasi dari Galaksi Andromeda itu menjadi doa agar putranya memiliki wawasan yang luas.
Basuni mengaku sempat memikirkan biaya ketika mengetahui putranya lolos ITB. Namun, sang istri menguatkan. "Istri saya bilang, 'Ayah, bismillah'. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung," jelas Basuni. Bagi Andromeda, kesempatan menjadi mahasiswa ITB merupakan amanah untuk membalas perjuangan kedua orang tua. "Saya pasti sangat bersyukur dan senang karena sudah ingin berkuliah di ITB sejak lama," ujarnya.