DI YOGYAKARTA — Program Parenting BEROBAT (Belajar Menjadi Orang Tua Hebat) dari Tim Penggerak PKK Kota Ambon kembali menyapa para orang tua. Kali ini, sosialisasi pola asuh anak dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak digelar di SMP Negeri 18 Ambon, menghadirkan Ketua TP PKK sekaligus Bunda Parenting Kota Ambon, Lisa Wattimena, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Di hadapan para guru, orang tua murid, dan siswa, Lisa menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke sekolah. Butuh sinergi kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Lisa mengingatkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak belajar mengenal nilai, etika, dan karakter. Di sinilah peran strategis orang tua dalam mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan dimulai. Kehadiran orang tua bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga untuk mendengar dan memahami.
"Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga untuk mendengar, memahami, dan mendampingi mereka dalam setiap proses pertumbuhan," ungkapnya di hadapan para peserta.
Menjadi orang tua adalah proses belajar sepanjang hayat. Tidak ada sekolah formal yang mengajarkan cara mendidik anak, sementara tantangan zaman terus berubah. Era digital dan perubahan sosial yang cepat menuntut ayah dan ibu untuk memperbarui pengetahuan serta keterampilan dalam mendampingi buah hati.
"Menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Karena itu kita harus terus belajar menjadi orang tua yang hebat, yang mampu mendampingi anak-anak dengan cinta, perhatian, dan komunikasi yang baik," pesan Lisa.
Program BEROBAT hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. TP PKK Kota Ambon berkomitmen memperkuat peran keluarga melalui edukasi parenting yang telah dilaksanakan di berbagai sekolah. Hari ini giliran SMP Negeri 18 Ambon yang mendapat kunjungan.
Inti dari pola asuh positif adalah komunikasi yang sehat dan pendampingan penuh kasih sayang. Lisa mengajak seluruh orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak, menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman, serta memberikan teladan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab. Para orang tua tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai pola pengasuhan anak dan tantangan mendidik remaja di tengah perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Ambon berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pola asuh positif. Targetnya jelas: melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Bagi para ibu muda di luar sana, pesan dari Ambon ini relevan untuk kita semua. Mendampingi anak tumbuh memang tidak mudah, tetapi dengan kemauan belajar dan komunikasi yang hangat, setiap orang tua bisa menjadi versi terbaik untuk anak-anaknya.