DI YOGYAKARTA — Kebakaran lahan yang melanda Desa Ibul Besar I itu menjadi perhatian serius aparat setempat. Material gambut yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung ekstra hati-hati, mengingat api dapat menjalar ke area permukiman warga yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Kepulan asap tebal masih terlihat membumbung dari sejumlah titik di kawasan terdampak. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, TNI, Polri, serta relawan dikerahkan untuk menjinakkan bara yang bersembunyi di bawah permukaan tanah.
Kepala Desa Ibul Besar I membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui warga pada pagi hari. "Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD untuk meminta bantuan unit pemadam," ujarnya di lokasi kejadian, Jumat (31/7).
Luas lahan yang terbakar mencapai tujuh hektare. Lahan tersebut mayoritas merupakan semak belukar dan ilalang yang mengering akibat musim kemarau, sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Tim pemadam menggunakan metode pembasahan langsung pada area yang masih menyala. Selain itu, warga secara gotong royong membuat sekat kanal atau parit di sekeliling lahan untuk mencegah api merambat lebih jauh.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mayoritas dari tanaman sawit milik warga yang ikut terbakar di bagian pinggir lahan.
Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan penyebab kebakaran. Faktor kelalaian manusia, seperti pembakaran lahan untuk persiapan tanam, menjadi salah satu hipotesis awal yang berkembang di lapangan. Petugas mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko melanggar hukum dan merusak lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan lahan gambut masih terus dilakukan. Petugas memastikan akan menjaga lokasi hingga api benar-benar padam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di kemudian hari.