BANTUL — Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengungkapkan, kunci percepatan penurunan angka kemiskinan terletak pada integrasi data penerima bantuan. Langkah ini dinilai krusial agar program yang berjalan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.
"Kami akan melakukan integrasi data penerima program penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat pemberdayaan maupun pengurangan beban ekonomi," kata Aris di Bantul, Jumat.
Integrasi data ini menjadi fondasi bagi pelaksanaan 103 program yang tersebar di 13 OPD. Program-program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga jaring pengaman sosial.
Aris mengimbau seluruh OPD untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang solid, target penurunan angka kemiskinan akan sulit tercapai.
"Total ada 103 program dari 13 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bantul yang akan diselenggarakan untuk mendukung pengentasan kemiskinan," ujarnya.
Pemkab Bantul mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi indikator kemiskinan di wilayahnya. Selain pengangguran dan belum memiliki pekerjaan tetap, pengelolaan keuangan keluarga yang belum efektif turut menjadi pemicu.
Fenomena menarik yang disorot adalah kondisi calon pengantin baru. Banyak pasangan muda yang dinilai belum siap dalam mengatur keuangan rumah tangga, yang kemudian berdampak pada kesejahteraan keluarga.
"Misalnya pengantin baru yang memang belum siap mengatur keuangan keluarga. Itu menjadi salah satu faktor yang mendorong angka kemiskinan di Bantul," jelas Aris.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bantul menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kerja sama ini akan diwujudkan dalam bentuk sosialisasi pengelolaan keuangan yang menyasar para calon pengantin.
"Kami bekerja sama dengan OJK akan menyelenggarakan sosialisasi kepada calon pengantin, mereka diberikan edukasi untuk melatih pemikiran agar siap mengatur keuangan dengan baik," ujarnya.
Edukasi ini diharapkan mampu membekali pasangan muda dengan pengetahuan finansial yang memadai sebelum memulai kehidupan berumah tangga.
Selain edukasi, Pemkab Bantul juga akan memaksimalkan berbagai bentuk bantuan bagi keluarga miskin. Bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi program prioritas daerah.
Beberapa bentuk bantuan yang disiapkan antara lain uang tunai, pelatihan wirausaha, kemudahan akses pendidikan, hingga program padat karya. Semua instrumen ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan.
"Kami akan memaksimalkan pemberian bantuan berupa uang tunai, pelatihan wirausaha, kemudahan akses pendidikan, hingga program padat karya yang harapannya mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan," pungkas Aris.