DI YOGYAKARTA — Sejak Nissan Leaf dan Tesla Roadster membuka panggung kendaraan listrik modern di penghujung 2000-an, peta persaingan EV di Amerika Serikat berubah drastis. Pabrikan tidak lagi hanya mengandalkan mobil kecil, tetapi telah merambah ke hampir setiap segmen otomotif, dari pikap hingga SUV mewah. Panduan berikut memuat daftar lengkap merek yang resmi menjual mobil listrik baterai di AS, tanpa menyertakan kendaraan berbahan bakar hidrogen.
Daftar ini menjadi acuan mudah bagi konsumen yang ingin mengetahui opsi kendaraan listrik dari masing-masing merek. Hampir semua pabrikan yang beroperasi di AS kini memiliki setidaknya satu model baterai-listrik, sebuah lompatan besar dibandingkan satu dekade lalu ketika pilihan masih sangat terbatas.
Produsen asal Amerika seperti Tesla, Ford, dan General Motors bersaing ketat dengan merek Asia dan Eropa. Segmen yang tadinya didominasi sedan kini meluas ke truk pikap seperti Ford F-150 Lightning dan SUV keluarga seperti Chevrolet Blazer EV. Sementara itu, pemain asal Korea seperti Hyundai dan Kia, serta merek Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz, turut memperkaya pilihan dengan berbagai format bodi.
Setiap merek memiliki pendekatan berbeda. Ada yang mengandalkan platform khusus EV, ada pula yang menawarkan varian listrik dari model bermesin pembakaran yang sudah populer. Perbedaan ini memengaruhi jarak tempuh, kecepatan pengisian daya, dan harga akhir yang ditawarkan ke konsumen.
Daftar ini disusun dari data yang dikumpulkan oleh Caleb Miller, jurnalis yang bergabung dengan tim Car and Driver setelah lulus dari Carnegie Mellon University. Miller, yang mulai menulis blog otomotif di usia 13 tahun, dikenal dengan minatnya pada mobil-mobil aneh dan tidak umum seperti Nissan S-Cargo.
Panduan ini juga menjadi bagian dari rangkaian artikel tahunan Car and Driver, termasuk daftar mobil yang berhenti diproduksi pada 2026 dan bocoran model-model baru yang dijadwalkan rilis antara 2026 hingga 2030. Bagi konsumen Indonesia, daftar ini bisa menjadi gambaran arah perkembangan teknologi EV global yang biasanya mulai merambah pasar Asia Tenggara beberapa tahun kemudian.