GUNUNGKIDUL — Rencana penyambungan jalan tol hingga wilayah Gunungkidul memasuki babak baru. Pemkab Gunungkidul secara resmi mengajukan permintaan perpanjangan jalur tersebut kepada PT Jasa Marga, tidak hanya berhenti di perbatasan Sleman.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan harapan agar akses tol tidak berakhir di Bokoharjo, Sleman, melainkan diteruskan hingga masuk ke wilayah kabupaten yang dikenal dengan kawasan karstnya itu.
"Kami berharap tol ini tidak berhenti hanya sampai di Bokoharjo, Sleman, tetapi diteruskan hingga masuk wilayah Kabupaten Gunungkidul," kata Endah.
Permintaan ini bukan tanpa alasan. Endah menegaskan bahwa keberlanjutan akses jalan tol hingga Kawasan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, akan menjadi katalis bagi sektor pariwisata daerah. Kawasan tersebut baru saja meraih juara pertama dalam ajang Trisakti Tourism Award, sekaligus menjadi destinasi unggulan yang diyakini akan semakin ramai dikunjungi jika aksesnya mudah.
"Semoga bisa segera tersambung hingga masuk ke wilayah Gunungkidul," ujarnya menambahkan.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono memaparkan progres pembangunan yang tengah berjalan. Saat ini, akses tol tengah dibangun dari Purwomartani, Kalasan, Sleman menuju Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Rivan menyebut potensi jalan lingkar di Bokoharjo yang membentang sepanjang 27 kilometer itu hanya menyisakan pembangunan sekitar 3 kilometer lagi. Ia menilai jalur ini berpotensi menjadi rute ramai yang menghubungkan berbagai titik wisata di Yogyakarta.
"Potensi jalan lingkar di Bokoharjo sepanjang 27 km saat ini hanya menyisakan pembangunan sekitar 3 km lagi. Jalur ini berpotensi menjadi rute ramai menuju berbagai titik wisata," kata Rivan.
Selain Nglanggeran, keterhubungan jalur tol ini dinilai bakal mendongkrak potensi pariwisata di kawasan utara Gunungkidul. Untuk memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat, Pemkab Gunungkidul berkomitmen mempermudah perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modal.
Endah menegaskan rencana ini membutuhkan kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Daerah DIY, Jasa Marga, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat. Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan dari berbagai wilayah Indonesia diharapkan semakin mudah mengakses destinasi wisata di Yogyakarta, termasuk Gunungkidul, melalui pintu keluar Tol Purwomartani.