SLEMAN — Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Ngapak-Kentheng, tepatnya di depan Ngudi Rahayu 3, Puluhan, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Minggu (9/8/2026) pagi. Sebuah Toyota Avanza yang melaju dari arah barat ke timur tiba-tiba oleng ke kanan dan memakan jalur berlawanan, lalu menghantam tiga sepeda motor yang datang bersamaan.
Akibat benturan keras tersebut, dua pengendara motor meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan ini juga mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 20,5 juta.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengidentifikasi dua korban meninggal sebagai LM (61), warga Sumberarum, Moyudan, yang mengendarai Honda Supra, dan DS (53), warga Tridadi, Sleman, pengendara Honda Megapro. LM meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, sementara DS dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Adapun tiga korban luka berat yang masih menjalani perawatan medis adalah RS (53), perempuan warga Tridadi yang menjadi pembonceng Honda Megapro, MTM (18), perempuan warga Sumberarum yang membonceng Honda Supra, serta AS (43), pengendara Yamaha Jupiter asal Sumberarum.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, kecelakaan bermula saat Avanza yang dikemudikan APCN (30), warga Piyungan, Bantul, melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi, kendaraan tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
"Pada saat bersamaan, dari arah timur menuju barat melaju tiga sepeda motor secara berurutan. Karena jarak yang sudah dekat, pengemudi sepeda motor tidak dapat menghindari kendaraan sehingga terjadi benturan," papar Argo.
Ketiga sepeda motor yang terlibat adalah Yamaha Jupiter, Honda Megapro, dan Honda Supra. Seluruh kendaraan mengalami kerusakan parah, terutama bagian depan Avanza yang ringsek akibat benturan.
Sopir Avanza, APCN, juga mengalami luka pada bagian kepala dan bibir akibat kejadian ini. Ia kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti mobil oleng, apakah karena faktor kelelahan, gangguan teknis, atau kondisi jalan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan barang bukti berupa empat kendaraan yang terlibat. Tim juga melakukan pemeriksaan forensik, mengecek kondisi para korban di rumah sakit, serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
"Keempat kendaraan mengalami kerusakan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20,5 juta," pungkas Argo. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polresta Sleman.