Apple Uji Coba Chip Memori CXMT untuk iPhone dan MacBook, Ini Dampaknya ke Harga

Penulis: Jamal Nasution  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:02:31 WIB
Apple menguji chip memori CXMT untuk iPhone dan MacBook sebagai langkah diversifikasi pemasok komponen.

DI YOGYAKARTA — Laporan terbaru dari The Wall Street Journal mengungkap bahwa Apple telah melakukan pengujian chip memori dari CXMT, produsen semikonduktor asal China. Pengujian ini disebut mencakup berbagai lini produk, termasuk iPhone dan MacBook, menandai potensi pergeseran strategi pengadaan komponen perusahaan asal Cupertino tersebut.

Kabar ini muncul setelah laporan Financial Times bulan lalu yang menyebut Apple mulai melakukan kualifikasi terhadap DRAM buatan CXMT. Namun, laporan WSJ kali ini adalah yang pertama kali mengaitkan pengujian tersebut dengan kategori produk spesifik.

Mengapa Apple Melirik CXMT?

Ketergantungan Apple pada tiga pemasok memori utama—Micron, SK Hynix, dan Samsung—membuat perusahaan rentan terhadap fluktuasi harga. Sebelumnya, pada Juni lalu, Apple menaikkan harga di hampir seluruh lini produknya (kecuali iPhone) dan menyalahkan biaya memori yang melonjak akibat permintaan infrastruktur AI.

Kehadiran pemasok keempat seperti CXMT secara teori bisa menekan harga. Namun, kondisi di lapangan tidak demikian. CXMT dilaporkan telah memaksimalkan kapasitas produksinya untuk tahun ini dan memprioritaskan pembeli domestik seperti ByteDance, Tencent, dan Xiaomi. Alhasil, ruang untuk pelanggan internasional baru seperti Apple sangat terbatas.

Lebih jauh, harga chip CXMT disebut-sebut sejajar, bahkan terkadang lebih tinggi, dibandingkan Micron, SK Hynix, dan Samsung. Situasi ini membuat rencana Apple untuk mencari alternatif pemasok yang lebih murah menjadi tidak efektif.

Hambatan Regulasi dan Teknis

Potensi kerja sama ini tidak hanya berhadapan dengan masalah pasokan, tetapi juga regulasi Amerika Serikat. Aturan AS melarang perusahaan Amerika mentransfer teknologi ke CXMT, termasuk diskusi detail teknis dan spesifikasi produk. Pengacara ekspor Kevin Wolf dari Akin Gump menjelaskan kepada WSJ bahwa Apple hanya bisa membeli komponen CXMT yang sudah jadi dan menawar harga, tetapi tidak bisa memesan chip yang dirancang khusus sesuai kebutuhannya.

Ini menjadi masalah besar. Apple biasanya menggunakan memori yang dikonfigurasi khusus agar bekerja optimal dengan silikon buatannya sendiri. Jika harus menggunakan komponen standar, Apple perlu mendesain ulang sebagian perangkat kerasnya—atau menerima performa yang tidak ideal.

Tekanan Politik di AS

Menambah kompleksitas, sekelompok senator bipartisan yang dipimpin Chuck Schumer telah meminta Apple untuk sepenuhnya menolak penggunaan memori asal China. Apple dijadwalkan memberikan tanggapan atas permintaan tersebut pada 21 Agustus mendatang.

Keputusan Apple nantinya akan menjadi sinyal penting bagi industri teknologi global. Di satu sisi, perusahaan ingin diversifikasi pemasok untuk menekan biaya. Di sisi lain, tekanan politik dan regulasi membuat langkah tersebut penuh risiko. Bagi konsumen, keputusan ini akan menentukan apakah harga perangkat Apple di masa depan bisa lebih stabil atau justru terus merangkak naik.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top