Balai TNGGP Tutup Pendakian Gunung Gede hingga 11 Agustus, Kebakaran Suryakencana Hanguskan Area Seluas Satu Hektar

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:02:01 WIB
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana menghanguskan area seluas satu hektar, sehingga pendakian Gunung Gede ditutup hingga 11 Agustus 2026.

DI YOGYAKARTA — Keputusan penutupan tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE 18 Tahun 2026 yang diterbitkan Balai Besar TNGGP. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pendaki sekaligus mengefektifkan proses pemadaman dan pemulihan kawasan pasca-kebakaran.

Api Berhenti Lima Meter dari Hamparan Edelweiss

Kepala Balai Besar TNGGP Saadtata Noor Adirahmanta menyebutkan, berdasarkan pemantauan lapangan, vegetasi yang terbakar didominasi rumput kering dan sebagian kecil tanaman berkayu. Titik api berada di radius sekitar lima meter dari sabana edelweiss yang mengarah ke hutan.

"Beruntung api akhirnya berhasil ditangani sehingga tidak merambat ke wilayah hutan," kata Saadtata dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Tim Siaga Dikerahkan Antisipasi Kebakaran Susulan

Untuk mencegah munculnya kembali bara api, Balai Besar TNGGP menyiagakan tim pemantau di lokasi bekas kebakaran. Petugas berjaga secara bergantian selama tiga hari ke depan, fokus mengawasi potensi titik api baru yang bisa memicu kebakaran susulan di hamparan sabana yang gersang.

"Petugas di lapangan tetap melaksanakan pemantauan dan penjagaan, secara bergantian selama tiga hari ke depan, untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api," ujar Saadtata.

Surat Edaran Penutupan dan Alasan Keselamatan

Dalam surat edaran yang diteken tersebut, Balai Besar TNGGP menegaskan penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian Gunung Gede dan Pangrango. Aktivitas pendakian baru akan dibuka kembali setelah masa penutupan berakhir pada 11 Agustus 2026.

"Tujuan penutupan pendakian adalah untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, dan penggiat alam bebas serta mengefektifkan proses penanganan kebakaran," demikian bunyi surat edaran yang diterima melalui staf Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni.

Evaluasi Pengelolaan Kawasan Konservasi

Peristiwa ini menjadi pengingat atas kerentanan ekosistem dataran tinggi di musim kemarau. Alun-alun Suryakencana merupakan hamparan sabana luas yang menjadi ikon pendakian, dan setiap musim kering selalu menghadapi ancaman kebakaran akibat puntung rokok, api unggun liar, atau faktor alam.

Balai Besar TNGGP mengapresiasi kesigapan petugas, mitra polhut, dan masyarakat yang berperan aktif dalam penanganan kebakaran kali ini. Kerja sama tersebut dinilai krusial mengingat akses menuju titik api berada di ketinggian dan membutuhkan waktu tempuh berjam-jam dari gerbang pendakian.

Penutupan sementara ini sekaligus memberi ruang bagi tim restorasi untuk menilai kerusakan vegetasi dan menyusun langkah rehabilitasi jangka pendek. Para pendaki yang telah memiliki reservasi diimbau menghubungi kantor balai untuk penjadwalan ulang atau pengembalian tiket.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top