JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah kembali berfluktuasi di tengah sentimen pasar global. Pada pembukaan perdagangan Selasa (11/8), rupiah melemah 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar AS.
Level tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.755 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi sejak awal sesi perdagangan dibuka.
Data yang dihimpun Antara menunjukkan, depresiasi 40 poin tersebut setara dengan penurunan 0,23 persen dari kurs penutupan hari sebelumnya. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar uang di dalam negeri.
Level Rp17.795 per dolar AS menjadi acuan sementara bagi transaksi antar bank di pasar domestik pada pagi ini. Fluktuasi ini sejalan dengan dinamika mata uang regional lainnya di kawasan Asia.
Meski bahan berita tidak merinci faktor spesifik di balik pelemahan ini, pergerakan rupiah kerap dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Kondisi perekonomian global dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia menjadi variabel yang selalu dipantau pelaku pasar.
Tekanan terhadap mata uang emerging market masih membayangi perdagangan di kawasan. Para analis biasanya merekomendasikan investor untuk mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pekan ini.
Pelaku pasar uang akan terus mengamati pergerakan rupiah pada sesi perdagangan berikutnya. Level psikologis di kisaran Rp17.700-an hingga Rp17.800-an menjadi rentang pergerakan yang diawasi ketat oleh para trader.
Koreksi 40 poin ini masih tergolong tipis dan belum menunjukkan tren pelemahan yang dalam. Pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya, baik dari data ekonomi domestik maupun global.