YOGYAKARTA — Penemuan bayi di toilet kereta api kelas eksekutif ini terungkap saat petugas tengah melakukan pemeriksaan rutin dalam perjalanan. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 07.20 WIB.
“KAI Daop 6 Yogyakarta dengan sigap melakukan evakuasi dan penanganan bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84 B relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7) pukul 07.20 WIB,” ujar Feni dalam keterangan resminya.
Bayi Langsung Diperiksa Dokter dan Bidan di Stasiun
Petugas yang menemukan bayi itu segera melaporkan temuan tersebut ke Pusat Pengendalian Pelayanan KAI. Koordinasi pun dilakukan dengan stasiun terdekat, yakni Stasiun Solo Balapan, yang menjadi titik evakuasi.
Tiga menit setelah ditemukan, tepat pukul 07.30 WIB, bayi tersebut diserahkan ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan. Dokter dan bidan dari Klinik Mediska KAI Solo langsung melakukan observasi. Hasilnya, kondisi umum bayi dinyatakan sehat.
“Tim KAI kemudian memenuhi kebutuhan dasar bayi agar kondisinya tetap baik dan terjaga,” kata Feni.
Kereta Kembali Melanjutkan Perjalanan
Setelah proses evakuasi selesai, KA Sancaka 84 B kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya Gubeng pada pukul 07.33 WIB. Perjalanan sempat tertunda sekitar 13 menit akibat insiden ini.
KAI Daop 6 Yogyakarta selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Banjarsari untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini, bayi tersebut sudah berada dalam pengawasan Kepolisian dan RS Bhayangkara.
Investigasi Asal-Usul Bayi Terus Berjalan
Pihak kepolisian bersama KAI masih melakukan penelusuran untuk mengungkap siapa pelaku yang meninggalkan bayi di dalam toilet kereta. Feni menambahkan, pihaknya akan mendukung penuh proses investigasi sesuai prosedur yang berlaku.
“KAI Daop 6 Yogyakarta akan berkolaborasi dengan pihak berwenang dan membantu dukungan yang dibutuhkan sesuai prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas orang tua atau motif di balik pembuangan bayi tersebut. Polsek Banjarsari masih mendalami kasus ini.