Pencarian

SD Negeri di Dlingo Bantul Hanya Punya 2 Kelas, Disdikpora Siapkan Regrouping Karena Kekurangan Murid

Senin, 06 Juli 2026 • 17:11:01 WIB
SD Negeri di Dlingo Bantul Hanya Punya 2 Kelas, Disdikpora Siapkan Regrouping Karena Kekurangan Murid
Sekolah dasar di Dlingo Bantul hanya memiliki dua kelas akibat minimnya jumlah murid.

BANTUL — Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan fenomena minimnya anak usia sekolah dasar di wilayah Dlingo membuat jumlah pendaftar terus menurun hingga tidak mampu memenuhi kuota. Kondisi ini bukan terjadi dalam satu tahun ajaran, melainkan sudah berlangsung beberapa tahun terakhir sehingga diperlukan solusi jangka panjang.

Mengapa Hanya Bisa Digabung Setelah Siswa Terakhir Lulus?

Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul, Istiani Nurhasanah, mengungkapkan proses regrouping belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya masih menunggu seluruh siswa yang tersisa menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.

“Kemungkinan tahun ajaran depan masih belum bisa diregrouping karena harus menunggu proses dari pusat terlebih dahulu,” ujar Istiani saat ditemui di kantornya, Senin (6/7/2026).

Selain menunggu siswa kelas lima dan enam lulus, kebijakan penggabungan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Tahapan administrasi yang panjang membuat Disdikpora memperkirakan regrouping baru bisa berjalan setelah seluruh siswa aktif menyelesaikan jenjang pendidikan mereka.

Lokasi Sekolah Jauh dan Hanya Tersisa Dua Kelas

Istiani menjelaskan sekolah yang masuk rencana regrouping berlokasi di wilayah Kapanewon Dlingo. Meski demikian, pihaknya belum bersedia menyebutkan nama sekolah maupun kalurahan secara rinci.

“Lokasi sekolah memang cukup jauh dan tahun ini tidak membuka pendaftaran murid baru,” kata Istiani.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya anak usia sekolah dasar di sekitar lokasi. Data lulusan taman kanak-kanak (TK) pun tidak bisa dijadikan acuan mutlak karena tidak semua calon siswa SD berasal dari lembaga pendidikan TK.

Pemetaan Kekurangan Murid SD Lebih Rumit Dibanding SMP

Menurut Istiani, pemetaan potensi kekurangan murid di jenjang SD tidak semudah jenjang SMP. Pasalnya, hampir seluruh lulusan SD pasti melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sehingga data lulusan SD lebih akurat untuk memprediksi jumlah pendaftar SMP.

“Kalau SD tidak semuanya berasal dari TK, sehingga data tersebut tidak bisa menjadi acuan mutlak. Berbeda dengan SMP karena hampir seluruh lulusan SD pasti melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Disdikpora Bantul memastikan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah siswa akan terus dilakukan. Langkah regrouping ini diharapkan dapat menjaga efektivitas proses belajar mengajar sekaligus menyesuaikan kondisi demografi di wilayah setempat yang semakin minim anak usia sekolah.

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks