JAKARTA — Level ini merupakan koreksi tajam dari penutupan sebelumnya di Rp18.065 per dolar AS. Pelemahan terjadi di tengah sentimen global yang masih bergolak terhadap prospek ekonomi Negeri Paman Sam.
Dolar AS Menguat di Awal Pekan
Penguatan dolar AS menjadi biang kerok utama bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Indeks dolar yang merangkak naik mendorong investor beringsut ke aset safe haven.
Data dari Antara mencatat, rupiah langsung masuk zona merah sejak bel pembukaan. Level Rp18.090 menjadi yang terendah dalam beberapa hari terakhir.
Apa Dampaknya bagi Warga Yogyakarta?
Pelemahan ini langsung menghantam kantong warga DI Yogyakarta. Harga barang impor membengkak, biaya perjalanan ke luar negeri meroket, dan UMKM yang bergantung pada bahan baku impor harus gigit jari akibat kenaikan biaya produksi.
Namun, ada sisi lain. Eksportir dan pelaku pariwisata yang menerima pembayaran dolar justru tersenyum. Nilai tukar yang lebih besar dalam rupiah membuat pendapatan mereka ikut terangkat.
Bank Indonesia Diprediksi Akan Intervensi
Pelaku pasar meyakini Bank Indonesia akan segera turun tangan. Langkah triple intervention biasanya digelar untuk menahan pelemahan agar tidak semakin dalam.
Hingga berita ini diturunkan, rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.090 per dolar AS. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini serta sikap moneter The Fed.