BANTUL — Prosesi pemakaman maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, berlangsung khidmat di Taman Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026). Ratusan pelayat yang terdiri dari kolega, seniman, hingga pengagum karyanya tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat kerabat dekat dan pelayat menaburkan bunga di atas pusara almarhum. Nasirun dikenal luas sebagai salah satu pelukis kontemporer terbaik yang karyanya telah menembus panggung internasional.
Jejak Karya Sang Maestro di Kancah Seni Rupa
Sepanjang kariernya, Nasirun telah menghasilkan ratusan karya lukis yang sarat akan kritik sosial dan budaya. Gaya khasnya yang memadukan unsur tradisi Jawa dengan perspektif modern menjadikan karya-karyanya mudah dikenali dan sangat dihargai, baik di dalam maupun luar negeri.
Nama Nasirun tak pernah lepas dari peta perkembangan seni rupa kontemporer Yogyakarta. Ia merupakan salah satu tokoh penting yang turut mengangkat nama Yogyakarta sebagai barometer seni rupa nasional.
Penghormatan Terakhir dari Keluarga Besar Seniman
Kehadiran para pelayat dari berbagai generasi seniman menjadi bukti nyata pengaruh dan dedikasi Nasirun terhadap dunia seni. Mereka datang bukan hanya untuk melepas kepergian, tetapi juga untuk merayakan warisan karya yang telah ditinggalkannya.
Prosesi pemakaman di Taman Makam Seniman Giri Sapto sendiri merupakan sebuah kehormatan besar. Lokasi ini memang dikhususkan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para seniman dan budayawan yang berjasa bagi bangsa, menjadikannya simbol penghargaan tertinggi atas kontribusi mereka.
Kepergian Nasirun meninggalkan duka yang mendalam, namun karya-karyanya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa. Selamat jalan, Maestro.