YOGYAKARTA — Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2026 menempatkan provinsi ini di posisi puncak Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DIY tumbuh 5,75 persen secara tahunan, mengungguli Jawa Barat yang tumbuh 5,73 persen dan Jawa Timur dengan 5,72 persen.
Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan bahwa seluruh lapangan usaha mencatatkan kinerja positif pada periode tersebut. Sektor pengadaan listrik dan gas menjadi yang tumbuh paling cepat dengan angka 13,98 persen, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,56 persen, serta jasa lainnya 9,79 persen.
Sektor Akomodasi Jadi Mesin Pertumbuhan Utama
Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum memberikan kontribusi paling besar terhadap total pertumbuhan ekonomi DIY. Sektor ini menyumbang 1,04 poin persentase dari total pertumbuhan yang tercatat.
Secara keseluruhan, lima sektor utama—industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, konstruksi, pertanian-kehutanan-perikanan, serta informasi dan komunikasi—masih mendominasi struktur perekonomian DIY dengan kontribusi gabungan mencapai 52,19 persen.
PDRB DIY Tembus Rp55,77 Triliun
Nilai PDRB DIY atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp55,77 triliun. Sementara itu, jika dihitung atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp34,52 triliun.
Secara kuartalan, ekonomi DIY tumbuh 1,12 persen dibandingkan triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang berada di level 0,87 persen.
Libur Panjang dan Infrastruktur Topang Pertumbuhan
Aktivitas ekonomi pada triwulan II 2026 mendapatkan dorongan dari momentum hari besar keagamaan nasional, libur nasional, cuti bersama, serta libur sekolah. Momen tersebut memicu mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata secara signifikan.
Endang menambahkan bahwa pertumbuhan juga ditopang oleh berlanjutnya pembangunan infrastruktur, peningkatan aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum, perkembangan transaksi perdagangan secara elektronik, serta peningkatan belanja pegawai pemerintah.
Kontribusi DIY terhadap Ekonomi Nasional
Meskipun mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, kontribusi ekonomi DIY terhadap perekonomian Jawa masih relatif kecil. BPS mencatat kontribusi DIY terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 1,52 persen, sementara terhadap perekonomian nasional hanya 0,86 persen.
Secara kumulatif, perekonomian DIY sepanjang semester I 2026 tumbuh 5,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan fundamental ekonomi daerah yang solid di tengah dinamika perekonomian nasional.