DI YOGYAKARTA — Keputusan dramatis mewarnai laga Super Cup antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa. Gol Desire Doue pada babak kedua sempat dianulir asisten wasit karena offside. Setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), wasit membatalkan keputusan awal dan mengesahkan gol tersebut.
Posisi Doue saat menerima umpan dinilai sangat tipis. Momen ini memicu perdebatan karena batas offside yang dinyatakan sah oleh teknologi.
Keputusan itu mengubah papan skor dan memberi keunggulan bagi tim asuhan Luis Enrique. Laga yang berjalan ketat langsung berubah arah.
Doue mencetak gol pada babak kedua. Selebrasi pemain PSG sempat tertahan ketika bendera asisten wasit terangkat.
VAR kemudian meninjau ulang posisi Doue saat bola dikirimkan kepadanya. Setelah memeriksa tayangan, wasit memutuskan posisi Doue tidak melanggar aturan offside.
Gol dinyatakan sah. PSG unggul atas Aston Villa di laga yang berlangsung sengit.
Keputusan ini menjadi titik balik penting. Aston Villa yang tampil disiplin harus tertinggal akibat gol yang sempat dianulir tersebut.
Momen seperti ini kerap menjadi pembeda di laga final. Satu keputusan bisa mengubah jalannya pertandingan.
PSG memanfaatkan momentum ini untuk menekan pertahanan Aston Villa. Tim tamu berusaha keras menyamakan kedudukan.
Hingga berita ini diturunkan, laga masih berlangsung dengan PSG unggul berkat gol Doue. Keputusan VAR menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak pihak menyoroti ketipisan posisi offside yang dianulir kemudian disahkan.