Pencarian

Ritual Jamasan Pusaka di Kulon Progo Libatkan Kentongan Raksasa Gora Bangsa, Warisan Budaya yang Bersuara Hingga ke Seluruh Penjuru

Senin, 13 Juli 2026 • 11:53:31 WIB
Ritual Jamasan Pusaka di Kulon Progo Libatkan Kentongan Raksasa Gora Bangsa, Warisan Budaya yang Bersuara Hingga ke Seluruh Penjuru
Kentongan Raksasa Gora Bangsa disucikan dalam ritual Jamasan Pusaka di Kulon Progo.

KULON PROGO — Prosesi sakral yang digelar di Alun-Alun Wates itu diawali dengan Kirab Pusaka dari halaman Pemkab Kulon Progo. Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk merawat eksistensi budaya sekaligus momentum memanjatkan doa bagi keselamatan wilayah.

Kentongan Raksasa Gora Bangsa: Pusaka dengan Suara Legendaris

Uniknya, tahun ini prosesi tidak hanya melibatkan senjata berbahan besi (tosan aji) sebagai pusaka utama. Sebuah kentongan pusaka berukuran besar ikut disucikan dalam upacara adat Suro tersebut.

"Kentongan ini adalah kentongan yang dulu berada di Kadipaten Kulon Progo. Ini kentongan yang bersejarah dan terbesar," ungkap Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito.

Kentongan yang dibuat sebelum tahun 1951 itu bernama Gora Bangsa. Saat ini, benda pusaka tersebut disimpan dengan baik bersama koleksi cagar budaya lainnya di wilayah Bulurejo.

Bukan Sekadar Ritual, Ada Target Ekonomi dan Pariwisata

Prosesi tahunan ini diikuti oleh perwakilan dari 12 kapanewon serta 88 kalurahan dan kelurahan se-Kabupaten Kulon Progo. Mereka larut dalam khidmatnya rangkaian doa dan penyucian pusaka.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin tradisi ini berhenti sebagai seremoni belaka. Joko Mursito menegaskan komitmennya untuk mengemas upacara adat Jamasan Pusaka agar memiliki nilai ekonomi dan daya tarik pariwisata.

"Tujuan utamanya jelas melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun. Namun ke depan, bagaimana agar tradisi ini bisa kita kemas menjadi sesuatu yang memiliki daya jual atau daya tarik sebagai atraksi wisata budaya unggulan," kata Joko.

Doa untuk Keselamatan Wilayah di Bulan Suro

Rangkaian acara yang bertepatan dengan hari besar Suro ini dimaksudkan sebagai bentuk syukur dan permohonan perlindungan bagi Kabupaten Kulon Progo. Wakil Bupati Ambar Purwoko menyebut prosesi ini adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Pemkab Kulon Progo.

"Ini adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, yaitu Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Bantar Angin dan Kanjeng Kyai Amiluhur. Agenda ini sekaligus memperingati hari besar Suro," kata Ambar Purwoko.

Dengan melibatkan pusaka legendaris dan kentongan bersejarah, tradisi Jamasan Pusaka di Kulon Progo terus berupaya menjadi ikon budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat dan perekonomian lokal.

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks