Pencarian

Jusuf Hamka Borong 12 Hilux Double Cabin untuk Proyek, Armada Aletra L8 Bakal Tambah dari 150 Unit

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 22:49:01 WIB
Jusuf Hamka Borong 12 Hilux Double Cabin untuk Proyek, Armada Aletra L8 Bakal Tambah dari 150 Unit
Jusuf Hamka memesan 12 unit Toyota Hilux Double Cabin untuk kebutuhan operasional proyek konstruksinya.

DI YOGYAKARTA — Keputusan Jusuf Hamka untuk menggeber dua jenis kendaraan sekaligus—pick-up diesel dan MPV listrik—menunjukkan arah investasi yang jelas: efisiensi di lapangan dan transisi energi di kantor. Ini bukan sekadar ganti kendaraan, melainkan strategi operasional jangka panjang untuk perusahaannya.

Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Babah Alun ini di sela-sela kunjungannya ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (7/8/2026). Ia mengonfirmasi langsung pembelian terbaru untuk kebutuhan proyek konstruksinya.

Hilux Double Cabin: Pilihan Matang untuk Medan Proyek

Jusuf Hamka tidak main-main dalam memilih kendaraan operasional. Ia memesan 12 unit Toyota Hilux Double Cabin bertransmisi matic, dan proses pengirimannya sudah dimulai. "Kemarin udah delivery Hilux yang double cabin yang matic. Beli 12, baru di-delivery 2. Buat dipakai di proyek," ungkapnya.

Hilux Double Cabin memang sudah lama menjadi tulang punggung sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan di Indonesia. Ketahanan sasis ladder-frame-nya dan mesin diesel yang bandel menjadi alasan utama kendaraan ini tetap relevan meski banyak pesaing baru bermunculan.

Keputusan memilih varian matic juga menarik dicermati. Ini mengindikasikan prioritas pada kemudahan operasional di lapangan, mengurangi kelelahan pengemudi saat melintasi medan berhenti-jalan atau tanjakan panjang. Untuk proyek dengan ritme kerja tinggi, faktor ini krusial.

Komitmen Ganda: Tambah Armada Listrik Aletra L8

Di tengah gencarnya elektrifikasi, Jusuf Hamka justru menunjukkan konsistensi. Setelah memesan 150 unit Aletra L8, ia memastikan jumlah itu akan bertambah. "Untuk mobil listrik, Aletra. Nanti Aletra kita tambah lagi. Kan Aletra L8 kita beli 150 unit, nanti kita tambah lagi. Sudah dikirim unitnya 16," jelasnya.

Strategi ini menunjukkan pembagian peran yang jelas: Hilux untuk pekerjaan berat di lokasi proyek, Aletra L8 untuk mobilitas operasional harian yang lebih ringan. Langkah ini sejalan dengan tren korporasi besar yang mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk menekan biaya operasional jangka panjang, terutama untuk penggunaan di dalam kota.

Yang Perlu Diperhatikan dari Strategi Armada Ini

Keputusan ini memang berani, tapi ada beberapa catatan yang perlu diluruskan. Pertama, dari 150 unit Aletra L8 yang dipesan, baru 16 unit yang terkirim. Kesiapan rantai pasok dan layanan purna jual Aletra akan menjadi ujian nyata, bukan hanya untuk Jusuf Hamka, tetapi juga untuk konsumen lain yang melirik merek ini.

Kedua, durabilitas Aletra L8 dalam pemakaian operasional perusahaan yang intensif belum teruji lama. Pemakaian harian sebagai kendaraan operasional berbeda jauh dengan pemakaian pribadi. Ini akan menjadi data lapangan yang sangat berharga bagi pasar EV Indonesia.

Ketiga, kombinasi dua jenis kendaraan ini menuntut dua infrastruktur pengisian berbeda: solar untuk Hilux dan listrik untuk Aletra. Kesiapan logistik energi di setiap titik proyek menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang tidak kalah penting dari pembelian unitnya.

Dengan total investasi yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah, keputusan Jusuf Hamka ini bukan sekadar pembelian armada. Ini adalah pernyataan bahwa kendaraan konvensional dan listrik akan hidup berdampingan dalam dunia bisnis Indonesia, masing-masing di sektor yang paling sesuai dengan keunggulannya. Pertanyaannya sekarang, apakah pabrikan lain berani mengambil langkah serupa?

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks