Pencarian

BPBD Gunungkidul Siapkan Skema BTT untuk Jaga Distribusi Air Bersih saat Anggaran Rp346 Juta Habis

Jumat, 31 Juli 2026 • 08:52:01 WIB
BPBD Gunungkidul Siapkan Skema BTT untuk Jaga Distribusi Air Bersih saat Anggaran Rp346 Juta Habis
BPBD Gunungkidul menyiapkan skema Belanja Tidak Terduga untuk menjaga distribusi air bersih saat anggaran Rp346 juta habis.

GUNUNGKIDUL — BPBD Kabupaten Gunungkidul memastikan layanan dropping air bersih bagi warga terdampak kekeringan tidak akan terputus meski anggaran tahun ini diperkirakan habis lebih cepat. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema cadangan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) sebelum pagu utama mencapai nol.

"Jadi sebelum anggarannya habis akan kita siapkan usulan BTT untuk dropping air bersih," kata Purwono di Gunungkidul, Kamis.

Anggaran Naik, tapi Kebutuhan Lebih Besar

Pagu bantuan distribusi air bersih pada 2026 mencapai Rp346 juta, naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp300 juta. Dana tersebut setara dengan pengadaan sekitar 800 tangki air bersih untuk wilayah-wilayah yang masuk zona rawan kekeringan.

Sampai hari ini, kata Purwono, baru 160 tangki yang sudah disalurkan. Artinya, sisa persediaan tinggal 640 tangki untuk melayani permintaan yang biasanya meningkat pada puncak musim kemarau.

"Dari 800 tadi sudah berkurang 160 tangki sebagai persediaan beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Lima Kapanewon Sudah Terima Pasokan

Distribusi tahap awal telah menjangkau lima kapanewon, yaitu Rongkop, Tepus, Wonosari, Panggang, dan Saptosari. Kelima wilayah ini dikenal sebagai daerah dengan keterbatasan sumber air baku saat kemarau panjang melanda.

Purwono memperkirakan anggaran yang tersisa hanya mampu menutup kebutuhan dropping hingga sekitar pertengahan September 2026. Karena itu, usulan BTT akan diajukan sebelum pagu utama benar-benar habis agar proses pengadaan tangki tidak tersendat.

Alur Pengajuan Bantuan Air Bersih

BPBD Gunungkidul membuka ruang pengajuan bagi warga yang membutuhkan pasokan air. Permohonan diajukan melalui pemerintah kalurahan dengan melampirkan rincian kebutuhan, lokasi, jumlah kepala keluarga (KK) terdampak, dan jumlah jiwa yang diketahui oleh panewu (camat).

Setelah surat permohonan diterima, tim BPBD akan melakukan asesmen lapangan untuk memverifikasi kebutuhan di lokasi terdampak. Hasil asesmen kemudian dilaporkan kepada Kepala Pelaksana BPBD.

"Apabila laporan A1 (valid), langsung diproses untuk dropping air bersih," kata Purwono.

Langkah ini ditempuh agar pendistribusian tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan dari dinas lain maupun pihak swasta yang kerap menyalurkan air bersih di wilayah Gunungkidul pada musim kemarau.

Follow www.jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks